Aug 27

Bhagawad Gita, Falsafah Hidup Umat Hindu

DSC_2473Masa-masa menegangkan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Universitas Pendidikan Ganesha telah usai bagi para mahasiswa baru, masa-masa Orientasi Kehidupan Fakultas serta Orientasi Kehidupan Jurusan pun telah berlalu, kini saatnya para mahasiswa baru yang beragama hindu  untuk mengikPeti  Widya Sabha 2015 yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Yowana Brahma Vidya Universitas Pendidikan Ganesha  pada Jumat, 11 September 2015 mendatang.

DSC_2394

Segala persiapan dan kelengkapan telah disiapkan. Salah satunya adalah pengambilan Bhagavad Gita yang bertempat di wantilan parahyangan kampus tengah Undiksha yang diselenggarakan mulai dari Senin hingga Jumat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

IMG20150827151054

Senin, 24 Agustus 2015 pengambilan Bhagavad Gita oleh Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Selasa, 25 Agustus 2015 pengambilan Bhagavad Gita dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Rabu, 26 Agustus 2015 pengambilan Bhagavad Gita dilakukan oleh Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Hari terakhir yaitu Kamis, 27 Agustus 2015 pengambilan Bhagavad Gita dilakukan oleh Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), dan Fakultas Ilmu Sosial (FIS).

IMG20150827151039

Bhagavad Gita merupakan sebuah kitab “Duta Divine love” yang berisikan pesan-pesan kasih dan kemanusiaan yang bersifat sangat universal, ajaran-ajaran spiritual yang sangat mendalam (darmayasa).

Bhagavad Gita hadir menuntun kita untuk mengasihi seluruh ciptaan Tuhan dan menghargai keagungan Tuhan serta menginspirasi insan beragama kapanpun dan dimanapun, mengenai hal apapun.

Aug 27

Pengumuman Widya Sabha

Om Swastyastu,

Berikut Informasi terbaru mengenai Widya Sabha:

Susunan-acara-peserta

tata cara mengikuti WS

tata-tertib

Widya Sabha dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2015

Suksma,

Om Shanti, Shanti, Shanti Om.

Aug 23

Pengumuman Pengambilan Bhagavad Gita

Om Swastyastu,

Diinformasikan kepada mahasiswa baru bahwa pengambilan Bhagavad Gita akan dilakukan di Wantilan Parahyangan Undiksha dari 08.00-19.00 Wita dengan membawa kuitansi Pembayaran dan jadual sebagai berikut:

24 Agustus 2015 : FIP

25 Agustus 2015 : FEB

26 Agustus 2015 : FOK, FMIPA

27 Agustus 2015 : FTK, FBS, FIS

Suksma

Om Shanti, Shanti, Shanti Om.

 

 

Aug 16

Pengumuman untuk Peserta Widya Sabha

Om Swastyastu,

silakan mendownload tata cara yang sudah direvisi, tata tertib dan susunan acara berikut.

Untuk Peserta Widya Sabha 2015

Suksma.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om.

Aug 15

Apresiasi Keagungan Tuhan

Mengapresiasikan keagungan Ida Shang Hyang Widhi Wasa, tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, bahkan penghargaan sekalipun, namun bagi umat hindu menghargai keagungan Sang Maha pencipta diwujudkan dengan adanya persembahan yang dihiasi bunga-bunga dan buah-buahan. Menyambut hari suci Tilem sasih Karo yang jatuh pada Jumat, 14 Agustus 2015, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Yowana Brahma Vidya Universitas Pendidikan Ganesha, menyelenggarakan pembuatan banten yang bertempat di rumah tercinta Jalan Sahadewa No 14.

Persembahan yang berisikan buah-buahan serta jajan yang tertata rapi dalam satu tempat serta torehan janur tertuas sebagai tempat berstana bunga-bunga yang berbaris rapi melingkar serta dibubuhi pandan arum, membuat canang yang cantik sebagai pelengkap persembahan yang dibuat.

Keceriaan, senyum tulus dan kebersamaan keluarga ini semakin membuat kesakralan pembuatan banten pada malam hari ini. Segala sesuatu yang dilakukan dengan tulus dan niat yang baik akan berdampak baik pula pada apa yang di laksanakan. Semoga pembuatan banten ini dapat terus dilakukan tidak hanya saat hari suci tilem namun dapat dilaksanakan pada hari suci lainnya dengan hangatnya kebersamaan dan kekeluargaan di sekretariat tercinta.

SATYAM EVA JAYATE !!!

JAYA…

                                                                                                Tim Pers KMHD YBV Undiksha

Aug 15

Tata Cara Mengikuti Widya Sabha

Om Swastyastu,

Peserta Widya Sabha silakan mendownload tata cara mengikuti Widya Sabha berikut :

tata cara mengikuti WS

Suksma

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Aug 14

Pengumuman untuk Peserta Widya Sabha

Om swastyastu

Karena ada perubahan jadwal, maka Widya Sabha yang rencananya diadakan 29 Agustus diundur, dan waktu pelaksanaannya akan diinformasikan secepatnya.

Aug 08

KITA

KITA

Perselisihan hanya akan membawa bencana dan petaka, ya, itu yang memang selalu terjadi, namun terkadang dalam perselisihan akan membawa kita menuju lembaran baru dari sisi dan sudut pandang kita menilai, terkadang kita perlu untuk keluar dari zona nyaman dan menjelajah untuk menemukan zona nyaman lainnya, namun pertanyaannya maukah kita keluar dari zona nyaman itu?, mampukah kita melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda?

Banyak orang bijak diluaran sana yang dengan gampangnya memberi petuah namun hanya segelintir yang mampu merefleksikan apa yang beliau utarakan. Berbicara itu mudah sama hal dengan menarikan tinta hitam pada pena di atas selembar kertas, namun bagaimana menjadikan goresan tinta tersebut memiliki makna, arah dan tujuan itu lah hal yang perlu di pertanyakan.

Manusia tidaklah sempurna, terkadang penuh amarah, memiliki ke egoisan, adanya ambisi, terkadang merasa tersakiti, merasa terhianati, bahkan merasa terkucilkan, dua hal yang dapat menyebabkan hal ini terjadi, perkataan benar yang disalahkan, serta perkataan yang salah dibenarkan. Bukan lah hal yang mustahil perselisihan akan timbul.

Banyak yang mengatakan permasalahan muncul dari diri sendiri dan penyelesaiannya juga ada pada diri sendiri, berpikir melingkar mengetahui sebab dan akibat, namun terkadang permasalahan perlu diutarakan, permasalahan perlu di terjemahkan hingga pihak yang berselisih saling memahami posisi satu sama lain, tak jarang akhir dari perselisihan adalah perang dingin, main sindir, mendendam  dan sikap pengecut lainnya, namun hanya segelintir orang yang mau berpikir lepas dari zona nyaman dan berani mengakui kekalahan dan berani mengakui kesalahan.

Siapakah mereka? Masih adakah mereka? Orang yang tunduk dan taat pada ajaran agamanya pasti mengerti, orang yang yakin dan percaya dengan Tuhannya pasti memahami, dimanapun dan kapanpun Tuhan akan selalu membalas perbuatan kita melalui tangan-tangan suci-Nya, sejatinya zona nyaman yang kita tempati hanya segelintir dharma yang kita miliki, kunci memiliki kebenaran dalam diri ialah menerima diri kita apa adanya, jujur pada diri sendiri serta jujur pada orang lain, karna dengan mengetahui diri kita sendiri dan jujur pada hati nurani akan membawa kedamaian dalam diri.

Semua ajaran itu benar dan akan menjadi benar jika penerapannya yang benar, kasih sayang pada ajaran dharma yang akan menuntun kita pada yang maha pencipta, hal ini mengajarkan bahwa mengungkapkan apa yang di pendam hati nurani jauh lebih baik dari pada menyelipkan senyum pahit dibibir, memahami posisi diri sendiri dan orang lain serta berhenti bertindak pengecut.

Hunuskan pedang pada kejahatan yang ada pada diri, kekang amarah dan rantai emosi, patahkan keangkuhan dalam diri, bertahtalah pada kasih sayang dan jiwa pemberani, hal ini dapat dimulai dengan menerima jati diri, bukan karna kamu, dia dan mereka, tapi karna kita ada untuk mendharmakan adharma mulai dari diri sendiri.

By: Dhiras Hardyanti

Aug 06

“Beryadnya Dalam Diam”

250xNxTamanRekreasiSalabintana.jpg.pagespeed.ic.WSr7HIKlL-

Om Swastyastu.

“Manusia, Hewan, dan Tumbuhan”. Tiga golongan mahluk hidup yang umumnya dikenal oleh kebanyakan orang. Jika dilihat dari sudut pandang Agama Hindu, penggolongan tersebut lebih dikenal dengan istilah Tri Pramana. Sebuah konsep kepercayaan Hindu yang membedakan jenis mahluk hidup berdasarkan unsur-unsur yang dimilikinya, yaitu Bayu (berbuat/bernafas), Sabda (berkata), dan Idep (berpikir). Manusia yang dikatakan sebagai mahluk paling sempurna memiliki ketiga unsur tersebut, hewan memiliki Bayu dan Sabda, sedangkan Tumbuhan hanya memiliki Bayu. Iya benar sekali, hanya kemampuan untuk bernafas semata. Jika berpedoman dengan konsep tersebut, maka sangatlah jelas kedudukan tumbuhan akan terlihat sangat rendah, berada paling bawah. Apakah hal itu benar atau salah?

Dalam keseharian, kita sebagai mahluk yang memiliki ketiga unsur tersebut tidak pernah lepas dengan kedua golongan mahluk lain di atas. Tumbuh-tumbuhan akan selalu terlihat menghiasi mata, dan hewan-hewan akan selalu meramaikan telinga kita dengan Sabda yang dimilikinya. Diam, tenang, santai. Itulah keadaan yang selalu kita lihat ketika memandang tumbuhan. Semakin tajam kita melihatnya, maka semakin diam, semakin tenang, semakin santai pula kelihatannya. Iya itu benar sekali jika kita melihatnya hanya dengan mata dan pikiran kita. Tetapi pernahkan kita mencoba melihatnya juga dengan menggunakan perasaan, dengan cinta kasih? Mungkin yang kita lihat akan berbeda, mungkin juga sama. Kalaupun berbeda, maka apa yang menyebabkan perbedaan itu?

Pernahkan kita membayangkan jika, kehidupan kita tanpa dihiasi oleh tumbuhan? Lalu dimanakah kita akan menemukan pemandangan yang indah, lingkungan yang sejuk, dan yang paling penting, menemukan sesuatu yang kelihatannya kecil, sederhana, tetapi itu menjadi hal yang sangat penting, bahkan terpenting untuk kelangsungan hidup kita sebagai mahluk yang paling sempurna. Diamana kita bisa membeli udara yang setiap detik masuk kedalam diri dan memberi kehidupan kepada kita? Tidak ada yang menjual, hanya dialah yang mampu memberikan pada kita. Dia, dia yang terlihat sebagai mahluk yang paling rendah, dia yang terlihat selalu diam.

“Bedik Ngomong Bedik Pelih” (sedikit bicara, sedikit salah). Kata yang sering kita dengar keluar dari bibir manusia untuk mengatakan dirinya sendiri atau mengatakan orang lain. Mungkin memang sagnat tepat kata-kata itu hanya untuk manusia saja, sebab ketika manusia mulai banyak ngomong, banyak bertingkah justru untuk menyakiti yang lain. Tetapi tumbuhan? Sedikit yang diperbuatannya tetapi kita ikut menikmati hasilnya.

Mungkin kita perlu menganggap serius kata-kata orang bijak yang sering kita dengar, belajar untuk melihat ke dalam, karena disanalah tempat sesungguhnya. Ketika nasihat itu kita gunakan untuk melihat tumbuhan, maka didalam kediamannya itu di melakukan yadnya yang sangat mulia. Dalam diam dia mengambil racun (bagi mahluk lain), dan mengembalikannya dengan percikan kehidupan. Mengolah karbon dioksida menjadi oksigen. Terbayangkah apa yang terjadi jika tidak ada tumbuhan yang rela berbuat seperti yang pernah dilakukan oleh Dewa Siwa, yaitu menelan racun untuk menyelamatkan mahluk lain?

Diam yang penuh kasih. Keheningan akan sempurna jika didalamnya terdapat cinta kasih, dan cinta kasih akan sempurna jika dilakukan dengan hati yang hening dan tulus. Sebagai mahluk paling sempurna, sebagai mahluk yang memiliki Idep, sudahkah kelebihan itu kita gunakan untuk berbuat yang lebih pula? Berbuat yang dapat bermanfaat untuk orang lain?. Semua mengharapkan jawabannya adalah sudah, tetapi mari kita gunakan nasehat yang tadi untuk menjawabnya. Belajar melihat kedalam diri kita. Kembali seperti tumbuhan, tumbuhan yang kuat, yang kokoh berdiri, tidak jatuh tertiup angin yang kencang, salah satunya karena dia memiliki akar yang tumbuh ke dalam, kedalam tanah.

Salam Kasih…

Matur Suksma…

Semoga Semua Berbahagia…

Om Shantih, Shantih, Shantih Om

Jul 30

Pelatihan Pasantian KMHD YBV Undiksha “Berlatih untuk Menjadi Biasa, Bukan Karena Bisa”

Purwakaning  angripta rum
Ning wana ukir,
Kahadang labuh
Kartika panedenging sari,
Angayom tangguli ketur,
Angringring  jangga mure.
Ida Ratu sakeng Luhur,
Kawula nunas lugrane,
Mengayat bhatara mangkin,
Titiang ngaturang pejati,
Canang suci, lan daksina,
Sami sampun puput,
Pratekaning saji.

P_20150614_185512

Lantunan kidung kawitan warga sari dan kidung wargasari terdengar begitu merdu memecah keheningan malam di Minggu, 14 Juni 2015. Ini pertama kalinya Program Kerja Bidang 2 yaitu Pelatihan Pasantian kepengurusan masa bakti 2015/2016 berlangsung. Sekretariat KMHD YBV Undiksha yang menjadi tempat latihan begitu bergema. Pengurus yang hadir nampak begitu antusias dengan Pelatihan Pasantian ini. Meski tanpa berbekal buku, pelatihan ini tetap berlangsung khusyuk, meski terkadang ada canda gurau yang menyeruak.
P_20150614_185439
 Pelatihan kali ini menunjuk I Made Yoga Prasada sebagai pemimpin yang dengan begitu telaten membimbing pengurus mengikuti pelatihan. Pasantian, salah satu tradisi Hindu di Bali yang mulai kehilangan penerusnya. Oleh, karena itu Pasantian mulai dihidupkan kembali sebagai sebuah kegiatan rutin pengurus KMHD YBV Undiksha di minggu pertama setiap bulannya. Tujuannya sederhana, pengurus tak malu-malu lagi untuk ikut ngayah masanti. Kami berlatih Pasantian untuk menjadi biasa, bukan karena bisa.
Satyam Eva jayate . . . ! Jaya . . . !
                                                                                                                                         Tim Pers KMHD YBV Undiksha

Older posts «