Buleleng, Bali — Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) Yowana Brahma Vidya Universitas Pendidikan Ganesha bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali dan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan pelepasan tukik (anak penyu) di Pantai Umeanyar, Buleleng. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Raya Tumpek Kandang atau Tumpek Uye, sebagai wujud penghormatan terhadap satwa dan pelestarian ekosistem laut. Sebanyak 100 ekor tukik dilepasliarkan ke laut lepas dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan konservasi penyu Oemah Penyu, Pantai Umeanyar. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Umeanyar, perwakilan dinas terkait, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Ketua Pokmaswas Umeanyar, I Gusti Bagus Cakra Wijaya, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mencegah kepunahan penyu. “Di hari raya Tumpek kandang ini kita melakukan pelepasan tukik atau anak penyu sebanyak 100 ekor. Tujuannya untuk melindungi binatang yang hampir punah,” ujarnya. Ia juga menyampaikan harapan agar keberadaan Pokmaswas sebagai pengawas pelestarian satwa dilindungi dapat dihargai oleh masyarakat luas, serta mengajak masyarakat untuk turut berpastisipasi aktif dalam kegiatan konservasi. “Kami mohon masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini agar hidup kita seimbang dengan alam, baik itu tumbuh-tumbuhan, hewan dan yang lainnya, sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana — hubungan dengan Tuhan, Alam, dan Manusia,” tuturnya.
Cakra Wijaya turut membagikan perjalanan panjang dalam upaya pelestarian penyu di Umeanyar. “Saya sebagai Pokmaswas Umeanyar, greget dari 2011 sampai sekarang, astungkara sekarang masyarakat sudah mulai mengerti dengan semua ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketut Budiasa perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menekankan pentingnya menjaga harmonisasi dalam kehidupan. Ia menyampaikan bahwa manusia perlu senantiasa menjaga hubungan yang seimbang, baik dengan manusia, dengan alam, maupun dengan binatang. Kegiatan pelepasan tukik ini, menurutnya, merupakan salah satu upaya menjaga ekosistem laut agar tetep lestari dan harmonis.
Made Wahyu Pramana, perwakilan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Pokmaswas atas dedikasinya dalam pelestarian penyu. Ia menegaskan bahwa hubungan manusia dengan alam, manusia dengan manusia, dan manusia dengan Tuhan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ia juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada I Gusti Bagus Cakra Wijaya atas konsistensinya dalam upaya konservasi penyu sejak tahun 2011 hingga saat ini.
Dokumentasi Kegiatan








